Rabu, 23 Juni 2010

need-to-know

Civita Patriana
Seorang mahasiswa (bodoh) yang sedang menjalani proses pencarian pengetahuan dan pengalaman untuk hidupnya. Lahir di sebuah kota kecil bernama Boyolali pada tahun 1989, tahun ketika kondisi ekonomi keluarganya masih sangat buruk karena keterbatasan penghasilan kedua orang tuanya sebagai guru dengan golongan 2A. Melewati masa kanak-kanak dengan ceria di sebuah TK bernama Al Hasbi, bersama ibu-ibu guru yang sangat berdedikasi dan teman-teman yang kemudian juga menjadi teman SD, SMP, dan bahkan SMA. 
Menghabiskan 18 tahun hidupnya di Boyolali, kota kecil yang terkenal sebagai penghasil susu sapi, 1 tahun di kota Solo (the best city ever) sebelum akhirnya memutuskan untuk hijrah ke Depok, tempatnya menuntut ilmu di Program Studi Inggris Universitas Indonesia yang secara tidak sengaja dimasukinya. Lahir di keluarga dengan kedua orang tua yang berprofesi sebagai guru membuatnya akrab dan mencintai dunia pendidikan (tapi tidak dengan sistem pendidikan di negeri ini, meski juga tidak berani mengkritiknya karena BELUM menemukan solusi bagi buruknya sistem pendidikan di Indonesia) serta berkeinginan untuk terjun di bidang ini selepas kuliah, meski belum yakin posisi apa yang akan dipilih mengingat posisi sebagai pengajar, dosen, guru, ataukah tentor terlihat sebagai sebuah tanggung jawab yang sangat besar dan memiliki konsekuensi sangat berat di matanya. 
Mulai menulis blog ini ketika menyadari bahwa dia harus menulis, apapun itu, agar apa yang dipikirkannya tidak hilang begitu saja seiring dengan menurunnya daya ingat akibat pertambahan usia. Mulai mengetik pertama kali dengan nawaitu semoga blog ini dapat bermanfaat bagi dirinya maupun bagi siapapun yang (mau) membacanya. Selamat membaca, dan jangan merasa berat hati untuk memberi comment, masukan, feedback, maupun kritik.


Penulis yang baik adalah penulis yang tersenyum ketika banyak kritik datang padanya, karena itu artinya si penulis telah berhasil membuat orang lain mau mendengarkannya.....



-itu kata bapak ketika aku merengut mendengarkan kritiknya yang panjang terhadap tulisanku-
 
Designed by Lena